15 Sep 2010

cerita inspirasi…

Author: novita.siddiqah10 | Filed under: Academic

Nama : Novita Nurul Siddiqah
NRP : H34100093
Laskar: 2

Cerita inspirasi berkenaan dengan diri sendiri

Ini adalah pengalaman saya sewaktu saya duduk di bangku sekolah dasar. Pada waktu itu jujur saja saya adalah seorang yang pemalas. Jangankan untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR), pekerjaan yang seharusnya saya kerjakan disekolah pun saya tidak kerjakan. Pada saat itu menurut saya belajar adalah suatu kegiatan yang tidak menarik sama sekali analoginya seperti minum obat yang sangat pahit, pasti orang lain pun tidak ada yang mau.
Melihat keadaan saya yang seperti itu, ada sesosok makhluk yang merasa iba dan bertekad untuk membuat saya bangkit dari keterpurukan itu. Dia adalah ibuku. Ibu selalu memberi semangat kepada saya, walaupun kata-katanya agak menakutkan. Ibu pernah menakuti saya bahwa jika saya tidak belajar maka kepala saya akan dibelah kemudian diambil otaknya dan dicuci. Mendengar kata-kata itu saya sangat takut dan takkala saya menangis, maklumlah pada saat itu saya masih kecil.
Saya belajar terus menerus didampingi oleh ibu saya dan kakak saya. Setiap selesai sekolah ibu selalu menayakan kepada saya tentang pelajaran apa yang baru saya pelajari di sekolah. Dengan antusias saya pun meladeni pertanyaan ibu. Waktu pun berjalan begitu cepat, dengan sendirinya saya rajin belajara tanpa paksaan dari ibu. Dan saya bisa mendapatkan peringkat 10 besar di kelas.
Naik ke tingkat berikutnya saya makin giat belajar dan saya juga mulai menyukai pelajaran matematika (pelajaran yang paling dibenci oleh anak-anak SD). Ditingkat inipun prestasi saya meningkat juga, saya berhasil masuk dalam posisi 5 besar. Dan guru-guru saya pun mulai kenal dengan saya. Mengetahui akan hal itu jelas ibu saya sangat bangga terhadap saya. Tapi tekad saya tidak hanya berhenti dan merasa puas dengan hal itu. Saya masih menginginkan peringkat pertama. Dan hal itupun terjadi ketika saya berada di kelas 6 SD. Saya merasa puas akan kerja keras saya selama ini dan akan lebih puas lagi jika saya dapat masuk ke SMP favorit.
Saya terus bersyukur kepada Allah SWT akan karunia yang telah Dia berikan kepada saya. Sayapun berhasil masuk ke SMP favorit yang bergelar SRBI ( Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional), SMA yang peringkat 1 di jakarta barat, serta masuk IPB lewat jalur USMI. Semuanya itu berkat kerja keras orang-orang yang saya cintai dan terutama Alla SWT sang pemberi berkah.
Pengalaman saya itu selalu saya samakan dengan kata-kata motivasi dari Walt Disney yaitu the way to get started is to quit talking and begin doing.
Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan.
-SELESAI-

Cerita inspirasi yang berkenaan dengan orang lain.

Saya mempunyai seorang teman perempuan yang kondisi soasialnya bisa dibilang kaum menengah ke bawah. Dia tinggal di samping rumah saya dengan seorang neneknya yang tua renta. Dari kecil saya sering bermain dengan dia, bahkan ikatan pertemanan kita sudah seperti kakak beradik. Kami juga sering belajar bersama. Cerita tentang sedikit keluarganya, ibu dia sudah meninggal dan ayah dia menitipkannya pada neneknya. Sehabis pulang sekolah dia selalau membantu neneknya untuk berdagang kue yang akan dititipkan ke warung. Tapi walaupun waktunya habis untuk membantu neneknya, dia tidak lupa belajar dan hasilnya pun selama 6 tahun SD, dia selalu menduduki peringkat pertama.

Setelah lulus dari SD dia ingin melanjutkan ke SLTP tapi tidak punya biaya, untungnya ada saudaranya yang membantunya walaupun cuma sekedarnya saja. Tidak jauh bebeda dengan prestasi dia waktu di SD, di SLTP pun dia selalu masuk 3 peringkat teratas bahkan waktu tahun pertama dia sudah menyabet predikat menjadi juara umum. Pada waktu kelas 3 SLTP yaitu masa dimana semua siswa memikirkan akan lanjut ke SMA pilihan mereka. Tapi dia hanya meratapi nasib sebagai seorang anak yang cerdas dan berprestasi tapi tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan ke bangku SMA. Walaupun dia sudah berdiplomasi dengan saudara-saudaranya tapi tetap saja saudaranya itu tidak mengiyakan dia untuk lajut ke SMA, alasannya tidak ada biaya. Terpaksa dengan berat hati dia tidak melanjutkan sekolahnya.

Setahun kemudian dia dapat kabar bahwa ada sebuah yayasan yang  terletak di daerah Ciputat yang akan menyekolahkan gratis anak didiknya ( setara dengan SMA). Kesempatan emas inipun tidak ia lewatkan, ia idak peduli walaupun ini hanya sebuah yayasan kecil tapi dia harus tetap menimba ilmu. Setelah sepakat untuk sekolah disana, akhirnya kami berpisah tapi dia sering contact dengan saya dan saling menanyakan kabar. Perasaan saya pada saat itu campur aduk, sedih karena telah berpisah dengan teman sebaik dia dan sekaligus senang karena bisa melihat dia bersekolah lagi.

Waktu musim liburan dia sering mengunjungi saya untuk bersilaturahmi dengan keluarga saya. Dan kami pun saling bertukar cerita. Di suatu waktu dia menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan kuliah di PTN. Tapi dia sadar mungkin itu hanya mimpi belaka, jangankan untuk kuliah untuk melajutkan SMA saja ia harus mencari yayasan yang gratis, pikirnya. Tapi Allah SWT bekehendak lain, dengan bantua seseorang yang menawarkan dia untuk ikut program bidik misi di salah satu perguruan tinggi negeri di JABODETABEK, dia berhasil mendapatkan bidik misi. Sudah pasti dia bersujud syukur kepada Allah SWT tentang karunia yang telah diberikan kepada dia. Ini seperti mimpi baginya, karena hal yang mungkin orang menganggapnya tidak mungkin tapi dia bisa mewujudkannya. Pengalaman teman saya ini sangat menginspirasi saya, karena walaupun basic kita dari keluarga yang kurang mampu, tapi impian kita dapat terwujud dengan kesungguhan hati kita.

-SELESAI-

27 Jul 2010

PELATIHAN TI

Author: novita.siddiqah10 | Filed under: Academic

cyber student center

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme